Sunday, July 4, 2010

OBAT UNTUK MENINGKATKAN GAIRAH SEKS WANITA

Seorang wanita mengalami kehilangan minat dengan seks – sementara pasangan prianya masih berminat. Si pria yang tidak mengerti mengapa hal ini muncul, mulai berpikir bahwa semua ini merupakan kesalahannya. Dia merasa bahwa dirinya tidak berguna karena tidak mengerti tentang pasangan wanitanya. Dia tidak pernah lagi memuji atau mencium istrinya. Akhirnya, semua hal ini menyebabkan si wanita menjadi tersinggung. Dan dalam waktu yang singkat, hubungan yang awalnya terlihat sempurna mulai menjadi kacau.

Gangguan gairah seksual hipoaktif (Hypoactive Sexual Desire Disorder, HSDD) merupakan kelainan yang sering ditemukan. Harry Croft, MD, seorang ahli jiwa dan terapi seks, menyebutkan bahwa penyebab penyakit yang diderita oleh satu diantara lima orang wanita di Amerika tersebut, masih belum jelas hingga saat ini. Namun terkadang, rendahnya kadar hormon testosteron telah dikaitkan dengan munculnya penyakit ini. "Hilangnya gairah seksual bahkan mungkin
terjadi dalam sebuah perkawinan yang sempurna, dan biasanya muncul setelah kelahiran anak yang pertama," kata Croft.

Pada pertemuan American Psychiatric Association tahun ini, Croft mempresentasikan hasil penelitian tahap awal wellbutrin, sejenis antidepresan, yang telah memperlihatkan hasil yang sangat menjanjikan. "Wellbutrin bekerja secara tidak langsung pada reseptor dopamin, suatu zat kimia yang berguna untuk menimbulkan perasaan senang di otak," jelas Croft.

Penelitian tersebut dimulai dengan melibatkan 66 orang wanita yang berusia antara 23 - 65 tahun (dengan usia rata-rata 41 tahun) dan sebagian besar dari mereka belum mengalami menopause. Mereka ini diketahui mengalami gangguan gairah seksual dan kesulitan untuk mencapai orgasme. Wanita-wanita dengan kadar testosteron yang rendah atau menderita depresi tidak disertakan dalam penelitian tersebut.

Selama 4 minggu pertama, seluruh peserta diberikan pil-pil plasebo yang tidak aktif. Lima belas orang peserta akhirnya mengundurkan diri dan ke 51 peserta yang tersisa diberikan Wellbutrin selama 8 minggu. Setelah penelitian selama 12 minggu, para peneliti akhirnya menemukan bahwa sebanyak 29% peserta mengalami peningkatan minat terhadap seks lebih dari dua kali lipat. Frekuensi hubungan seks mereka juga meningkat hampir dua kali lipat. Para peserta yang
menunjukkan respon terhadap obat ini juga mengalami peningkatan fantasi seksual lebih dari dua kali lipat. Sebanyak 39% peserta dilaporkan merasa puas dengan tingkat gairah seksual mereka.

Namun, masih terdapat berbagai kontroversi mengenai hasil penelitian tersebut. Berbagai penelitian yang lebih lanjut masih perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih memuaskan.

Thursday, July 1, 2010

MENSTURASI

Menstruasi atau haid mengacu kepada pengeluaran secara periodik darah dan sel-sel tubuh dari vagina yang berasal dari dinding rahim wanita. Menstruasi dimulai saat pubertas dan menandai kemampuan seorang wanita untuk mengandung anak, walaupun mungkin faktor-faktor kesehatan lain dapat membatasi kapasitas ini. Menstruasi biasanya dimulai antara umur 10 dan 16 tahun, tergantung pada berbagai
faktor, termasuk kesehatan wanita, status nutrisi, dan berat tubuh relatif terhadap tinggi tubuh. Menstruasi berlangsung kira-kira

sekali sebulan sampai wanita mencapai usia 45 - 50 tahun, sekali lagi tergantung pada kesehatan dan pengaruh-pengaruh lainnya. Akhir dari kemampuan wanita untuk bermenstruasi disebut menopause dan menandai akhir dari masa-masa kehamilan seorang wanita. Panjang rata-rata daur menstruasi adalah 28 hari, namun berkisar antara 21 hingga 40 hari. Panjang daur dapat bervariasi pada satu wanita selama saat-saat yang berbeda dalam hidupnya, dan bahkan dari bulan ke bulan tergantung pada berbagai hal, termasuk kesehatan fisik, emosi, dan nutrisi wanita tersebut.

Menstruasi merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh wanita setiap bulannya untuk kehamilan. Daur ini melibatkan beberapa tahap yang dikendalikan oleh interaksi hormon yang dikeluarkan oleh hipotalamus, kelenjar dibawah otak depan, dan indung telur. Pada permulaan daur, lapisan sel rahim mulai berkembang dan menebal. Lapisan ini berperan sebagai penyokong bagi janin yang sedang tumbuh bila wanita tersebut hamil. Hormon memberi

sinyal pada telur di dalam indung telur untuk mulai berkembang. Tak lama kemudian, sebuah telur dilepaskan dari indung telur wanita dan mulai bergerak menuju tuba Falopii terus ke rahim. Bila telur tidak dibuahi oleh sperma pada saat berhubungan intim (atau saat inseminasi buatan), lapisan rahim akan berpisah dari dinding uterus dan mulai luruh serta akan dikeluarkan melalui vagina. Periode pengeluaran darah, dikenal sebagai periode menstruasi (atau mens, atau haid), berlangsung selama tiga hingga tujuh hari. Bila seorang

wanita menjadi hamil, menstruasi bulanannya akan berhenti. Oleh karena itu, menghilangnya menstruasi bulanan merupakan tanda walaupun tidak selalu) bahwa seorang wanita sedang hamil. Kehamilan dapat di konfirmasi dengan pemeriksaan darah sederhana.Kecuali jika seorang gadis telah dipersiapkan akan kedatangan
menstruasi, hal ini bisa menjadi saat yang mengecewakan baginya.

Anak-anak perempuan yang tidak mengenal tubuh mereka dan proses reproduksi dapat mengira bahwa menstruasi merupakan bukti adanya penyakit atau bahkan hukuman akan tingkah laku yang buruk. Anak-anak perempuan yang tidak diajari untuk menganggap menstruasi sebagai fungsi tubuh normal dapat mengalami rasa malu yang amat dan perasaan kotor saat menstruasi pertama mereka. Bahkan saat menstruasi
akhirnya dikenali sebagai proses yang normal, perasaan kotor dapat tinggal sampai masa dewasa. Namun, dalam tahun-tahun belakangan ini pendidikan anatomi dan fisiologi yang lebih baik telah menjadikan penerimaan akan menstruasi. Malahan banyak wanita yang melihat menstruasi dengan bangga sebagai proses yang hanya terjadi pada
wanita. Beberapa keluarga bahkan memiliki perayaan khusus untuk menghormati kedewasaan seorang wanita muda.

Meskipun begitu, banyak wanita mengalami ketidaknyamanan fisik selama beberapa hari sebelum periode menstruasi mereka datang. Kira-kira setengah dari seluruh wanita menderita akibat dismenore, atau menstruasi yang menyakitkan. Hal ini khususnya sering terjadi

awal-awal masa dewasa. Gejala-gejala dari gangguan menstruasi dapat berupa payudara yang melunak, puting susu yang nyeri, bengkak, dan mudah tersinggung. Beberapa wanita mengalami gangguan yang cukup berat seperti keram yang disebabkan oleh kontraksi otot-otot halus rahim, sakit kepala, sakit pada bagian tengah perut, gelisah, letih, hidung tersumbat, dan ingin menangis. Dalam bentuk yang paling
berat, sering melibatkan depresi dan kemarahan, kondisi ini dikenal

sebagai gejala datang bulan atau PMS, dan mungkin membutuhkan penanganan medis.
Dalam beberapa kasus pengadilan di Inggris dan Perancis, para pengacara telah menggunakan keberadaan PMS untuk berargumentasi mengenai turunnya kemampuan saat melakukan perbuatan kriminal. Di masa lalu, PMS dianggap sebagai kondisi psikosomatik, dan berlanjut menjadi subyek tertawaan, sekarang PMS dikenal memiliki sebab organik. Beberapa pengobatan telah diciptakan untuk mengatasi gejala-gejala PMS.

Beberapa wanita mengalami sebuah kondisi yang dikenal sebagai amenore, atau kegagalan bermenstruasi selama masa waktu perpanjangan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh bermacam-macam faktor termasuk stres, hilang berat badan, olahraga berat secara teratur, atau penyakit. Sebaliknya, beberapa wanita mengalami aliran
menstruasi yang berlebihan, kondisi yang dikenal sebagai menoragi. Tidak hanya aliran darah menjadi banyak, namun dapat berlangsung lebih lama dari periode normal.

Sikap terhadap menstruasi dapat berbeda pada setiap masyarakat. Banyak masyarakat yang memandang wanita sebagai terkontaminasi atau tercemar saat menstruasi dan tidak mengikutsertakan mereka dalam kegiatan-kegiatan masyarakat karena takut akan ikut tercemar. Menstruasi adalah satu dari banyak pembenaran yang telah diberikan
untuk menghalangi wanita memasuki peran-peran keagamaan pada beberapa agama. Ritual pembersihan di akhir menstruasi dianjurkan pada beberapa masyarakat. Namun, masyarakat lain menganggap menstruasi sebagai fungsi tubuh normal dan tidak menghukum atau menghalangi wanita saat mereka mengalaminya.

MENOPAUSE

Menopause merupakan transisi fisik alamiah yang dialami oleh setiap wanita saat dia bertambah umur. Sering diterjemahkan secara bebas sebagai berhenti menstruasi terakhir dalam hidup seorang wanita. Hal ini menekankan transisi yang tiba-tiba dan komplit, walaupun proses sebenarnya berjalan lumayan perlahan. Walaupun kebanyakan wanita mengalami perubahan ini antara usia 48 dan 52, beberapa yang lain
berhenti haid pada akhir 30-an atau awal 40-an, dan yang lain terus mengalami haid hingga pertengahan 50-an. Proses menuju menopause dimulai dengan perlambatan fungsi indung telur, biasanya lima tahun sebelum periode menstruasi terakhir, dan perubahan-perubahan fisik dan emosi tambahan selama beberapa tahun setelah haid terakhir.

Selama masa ini, ada perubahan dalam keseimbangan hormon, dengan pengurangan jumlah estrogen yang diproduksi indung telur. Akhirnya, ada tingkat produksi estrogen yang begitu rendah sehingga haid menjadi tidak teratur, dan akhirnya berhenti. Saat daur menstruasi berhenti, tingkat progesteron juga menurun. Bersama-sama, hormon-hormon ini mempengaruhi dan mengatur beberapa fungsi fisik dan emosi, dan dengan perubahan kadar keduanya, banyak wanita mengalami lebih dari penghentian haid.

Menopause menyebabkan beberapa perubahan fisik yang dapat mempengaruhi fungsi seksual seorang wanita. Berkurangnya kadar estrogen dan progesteron saat dan setelah menopause menyebabkan lapisan dinding vagina menjadi tipis dan lebih keras. Sebagai tambahan, produksi cairan vagina turun, menambahkan rasa tidak nyaman saat bersetubuh. Terapi pengganti estrogen dapat membantu menghadapi perubahan-perubahan ini pada banyak wanita, namun resikonya dapat melebihi keuntungannya bagi wanita yang menderita penyakit peredaran darah, kanker payudara, atau kanker rahim.

Estrogen buatan atau krim, yang mengandung dosis estrogen lebih rendah dan digunakan dalam periode lebih pendek, merupakan pilihan lain untuk menjaga kelangsungan hidup vagina. Bagi para wanita yang tidak dapat, atau memilih untuk tidak menggunakan pengobatan estrogen, pelembab vagina dapat mengurangi kekeringan vagina saat berhubungan intim.

Menopause bukan berarti tanda berakhirnya rasa tertarik atau aktifitas seksual seorang wanita, seperti yang sering diduga dimasa lalu. Bukan hilangnya estrogen, tetapi kepercayaan dan sikap terhadap seks dan menopause, atau pertambahan usia, yang sepertinya penting bagi keinginan dan aktifitas seksual.Dalam tahun-tahun belakangan ini telah menjadi jelas bahwa bukan hanya ketertarikan dan kapasitas akan seks
meningkat setelah menopause, tapi banyak wanita yang melaporkan meningkatnya kenikmatan seks karena kekhawatiran akan kehamilan yang tidak direncanakan tidak lagi menjadi masalah.

Beberapa wanita mengalami hal ini sebagai transisi yang mulus dengan sedikit ketidaknyamanan fisik, dimana beberapa wanita yang lain mengalami banyak gejala-gejala yang tidak nyaman seperti rasa panas, keringat tengah malam, perubahan mood, pendarahan berat tidak teratur, pengeroposan tulang, dan pengeringan vagina (yang dapat menyebabkan hubungan intim yang menyakitkan). Sebanyak 80% wanita mengalami menopause dengan reaksi fisik negatif. Wanita mengalami gejala yang lebih buruk lagi bila mereka tengah berada dibawah stres emosi yang sangat kuat atau mempunyai kebiasaan makan tertentu yang melibatkan konsumsi kafein dalam jumlah besar, gula, atau konsumsi alkohol. Rasa panas merupakan masalah paling tidak nyaman yang sering dikeluhkan wanita. Walaupun kebanyakan wanita mengalami rasa
panas ini selama dua atau tiga menit, beberapa yang lain mengalaminya lebih lama, bahkan sampai satu jam. Kira-kira 80% wanita yang mengalami menopause mengalami rasa panas, dan bagi kira-kira 40% wanita tersebut gejalanya menjadi sangat berat
sehingga mereka mencari pertolongan medis.

Beberapa wanita telah menandai bahwa minum kopi atau alkohol terkadang dapat mendatangkan rasa panas. Beberapa wanita menemukan bahwa gejala-gejala tertentu dapat mereda dengan bantuan terapi pengganti hormon, yang berupa beberapa variasi estrogen, progesteron, dan androgen. Sebagai tambahan terhadap terapi hormon,
ramuan lain yang telah terbukti membantu depresi, rasa terganggu, dan tegang yang dialami beberapa wanita adalah penggunaan triptofan (asam amino yang memiliki efek penenang, secara alami terdapat pada susu panas, daging, ikan tongkol, ayam, telur, dan bayam), teh herbal ringan (seperti teh melati diminum sebelum tidur), olahraga
teratur, dan terapi relaksasi.

Seperti halnya masalah-masalah kesehatan mana saja, menopause adalah pengalaman hidup yang dapat ditentramkan dengan perawatan tubuh yang baik, olahraga dan makan yang sehat. Gandum murni, polong-polongan, sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, porsi kecil daging, dan minyak tak jenuh lebih baik daripada diet yang penuh garam, gula, kafein, alkohol, produk susu (sumber kalsium bagus lainnya seperti sayuran hijau, kedelai, ikan, dan kaldu ayam dari tulangnya), serta lemak.

Menopause prematur dapat disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya adalah operasi pengangkatan kedua indung telur sebagai bagian dari histerektomi untuk mengobati kanker indung telur atau kanker lain pada sistem reproduksi, endometriosis berat, infeksi yang mengancam kelangsungan hidup, atau untuk melindungi wanita dari kemungkinan kanker dimasa depan. Kira-kira 5% wanita mewarisi kecenderungan
menopause awal dari ibunya dan dilahirkan dengan beribu-ribu lebih sedikit telur dari kebanyakan wanita. Yang lain mewarisi kelainan autoimun dimana sistem imunisasi tubuh mereka merusak sel-sel indung telur untuk alasan yang tidak diketahui. Wanita-wanita ini cenderung mengalami menopause awal dan serangkaian gejala daripada kebanyakan wanita.

Efek samping yang tidak menyenangkan dari menopause dapat diperkuat dengan arti menopause itu terhadap wanita. Beberapa wanita mungkin melihat hal ini sebagai tanda menjadi tua; yang lain menyesali hilangnya masa-masa bisa mengandung anak. Tahap kehidupan ini dapat terjadi pada saat bersamaan dengan perubahan-perubahan dalam hidup lainnya: anak-anak mungkin masuk perguruan tinggi, orang tua menjadi tua dan membutuhkan lebih banyak perawatan, dan wanita mengalami kehilangan kerabat atau pasangan. Pengalaman menopause dapat ditentramkan dengan melihatnya dalam konteks bahwa ada stres lain yang dapat terjadi dalam hidup seorang wanita. Seringkali membiarkan diri sendiri menangisi kehilangan yang dialami akan menawarkan beberapa keredaan untuk menyesuaikan diri ke dalam fase hidup normal ini. Menemukan seseorang yang perhatian untuk berbicara, seperti wanita lebih tua yang telah melalui transisi ini dengan sukses, mungkin dapat menolong. Pendekatan alternatif yang menargetkan tantangan-tantangan fisik, medis, dan emosional yang menemani
menopause dapat memudahkan transisi menjadi hal yang menyenangkan hati dan pikiran.

Menopause pria merupakan konsep yang lumayan baru yang mengacu kepada semacam krisis psikologis atau emosional yang terjadi pada beberapa pria di usia 40-an, 50-an, atau awal 60-an. Karena pria tidak mengalami menstruasi, menopause terdengar seperti istilah yang kurang pantas untuk fenomena pria ini. Juga disebut sebagai krisis tengah umur. Menopause pria atau krisis tengah umur biasanya menunjukkan diri sendiri dalam bentuk gejala-gejala depresi tanpa sebab-sebab yang jelas, cerminan kuat akan arah hidup seseorang atau bahkan masa depan, dan mungkin beberapa perubahan sifat dan tingkah laku.

Seperti halnya penurunan produksi estrogen pada wanita saat menopause, begitu juga produksi testosteron pada pria dimasa ini. Konsekuensi fisik tidak begitu serius dibandingkan wanita, namun beberapa pria memang mengalami perubahan. Hal ini termasuk lamanya mencapai ereksi, ejakulasi yang dirasa kurang kuat, dan periode
refraktori lebih lama (setelah ejakulasi, waktu yang dibutuhkan seorang pria untuk bisa berejakulasi lagi). Kebanyakan pria juga mengalami penurunan kekuatan dan daya tahan secara bertahap. Di pihak lain, kendali ejakulasi cenderung meningkat, dan pria tetap dapat menyebabkan kehamilan. Lebih jauh lagi, olahraga teratur dapat memerangi sebagian besar dari penurunan kekuatan dan daya tahan.

Bagi beberapa pria, perubahan fisik pada saat ini menandakan ancaman terhadap kejantanan dan kemaskulinan mereka, ditandai dengan stres psikologis dan perubahan perilaku. Ada beberapa pria yang melihat masa ini sebagai ancaman yang sangat besar sampai-sampai mereka mencari jalan untuk membuktikan kemudaan, kekuatan, dan kejantanan mereka dengan cara mencari pasangan seks sebanyak-banyaknya, atau
dengan melakukan kegiatan fisik yang berlebihan.Tidak semua pria mengalami menopause pria, dan dari mereka yang mengalaminya, hanya sekitar 25% yang terkena efeknya. Jangka waktu krisis tengah umur ini berbeda-beda. Bisa dikonsentrasikan dalam beberapa bulan, atau dapat berlanjut selama bertahun-tahun. Umumnya, memiliki keluarga yang mendukung dan pengertian serta mampu mendiskusikan kekhawatiran yang sedang berlangsung akan menolong pria mengatasi hal ini.

MENOPAUSE PREMATURE

"Memang ada yah yang namanya menopause prematur?" Mungkin pertanyaan ini yang pertama kali muncul di benak anda saat mulai membaca artikel ini. Tidak seperti menopause yang umum dialami para wanita usia lanjut, gangguan ini jarang dikemukakan dalam media. Mungkin karena hanya dialami oleh segelintir wanita, ia akhirnya jarang diperdengarkan.

Istilah menopause prematur ditujukan kepada mereka yang mengalami menopause sebelum berusia 40 tahun. Hal ini menandakan kalau para penderitanya akan mengalami gejala-gejala menopause sebelum mereka memasuki usia 40.

Sedangkan istilah menopause dini (early menopause) ditujukan kepada mereka yang mengalami menopause lebih awal daripada biasanya (pada awal usia 40 tahun). Menopause dini bukanlah sebuah istilah klinis, sebab menopause yang dialami masih berada dalam rentang usia yang "normal".

Menopause prematur yang muncul secara spontan –bukan akibat pembedahan pengangkatan rahim dan indung telur, terapi radiasi ataupun kemoterapi– sering disebut sebagai kegagalan indung telur prematur alias POF (prematur ovarian failure). Sebutan ini menandakan kalau indung telur (ovarium) para penderita tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Organ ini berhenti berfungsi sebelum waktunya.

Jika menopause prematur yang dialami para penderita terjadi akibat pembedahan pengangkatan tumor di rahim dan indung telur, terapi radiasi, maupun kemoterapi, mereka pun menghadapi situasi yang sama dengan menopause yang terjadi secara spontan, meski dikarenakan oleh penyebab yang berbeda.

Pemeriksaan darah untuk menentukan POF
POF bisa terjadi sebelum dan setelah pubertas. Jika POF muncul sebelum pubertas, para penderitanya akan mengalami gangguan perkembangan seksual dan tidak mengalami datangnya menstruasi. Jika muncul setelah usia pubertas, para penderitanya akan mengalami amenore (tidak haid) dan infertilitas (ketidaksuburan).

Pemeriksaan darah untuk menentukan adanya POF dilakukan dengan memeriksa kadar dua jenis hormon yang merangsang indung telur untuk melepaskan sel telur. Kedua hormon tersebut adalah FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan LH (luteinizing hormone). Peningkatan dari kedua jenis hormon ini menandakan terjadinya menopause prematur.

Terapi penggantian hormon (HRT)Para wanita yang mengalami menopause prematur dapat mengurangi gejala-gejala menopause dengan menjalani HRT. Indung telur secara
normal memproduksi hormon estrogen, progesteron, dan androgen hingga sekitar usia 50an. Setelah melewati usia tersebut, indung telur hanya memproduksi androgen. Namun, tidak ada terapi penggantian estrogen yang benar-benar dapat menyamai fluktuasi rumit dari hormon-hormon yang muncul secara alami.

Para wanita penderita menopause prematur memiliki beberapa risiko unik karena turunnya kadar hormon estrogen dalam tubuh. Osteoporosis dapat muncul lebih dini dalam kehidupan dan mengakibatkan pengeroposan serta keretakan tulang. Risiko terhadap penyakit kardiovaskular di kemudian hari juga meningkat. Sebagian penderita
menemukan bahwa daya respon seksual mereka lebih rendah dibanding rekan-rekan sebaya mereka.

Jika anda memilih untuk tidak menjalani HRT, perhatian khusus pada gaya hidup berikut ini dapat membantu anda meminimalkan risiko terkena penyakit-penyakit tersebut.

Tetap aktif berolahraga. Aktivitas olahraga, terutama yang bertumpu pada beban tubuh, diperlukan untuk kesehatan tulang dan membangun kebugaran jantung. Senantiasa konsultasikan dengan dokter sebelum memulai serangkaian olahraga.Hentikan kebiasaan merokok. Rokok dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.Kurangi konsumsi minuman beralkohol. Alkohol berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan sel-sel tulang.Konsumsi diet rendah lemak dan tinggi serat.
Dapatkan asupan kalsium yang memadai. Badan kesehatan AS dan Kanada merekomendasikan 1.000 hingga 1.500 mg kalsium setiap hari untuk para wanita menopause.Lakukan pemeriksaan kadar kolesterol darah secara teratur.

Tuesday, June 29, 2010

MENEMUKAN ZONA EROTIS ANDA

Seluk beluk Zona Erotis Zona Erotis adalah titik-titik tertentu pada tubuh yang bila
disentuh akan menimbulkan perasaan nikmat. Meskipun perasaan yang dirasakan dapat berbeda antara tiap-tiap orang, titik-titik "tertentu" itu adalah bagian yang penuh dengan ujung-ujung saraf. Kulit di daerah tersebut paling sensitif bila mendapatkan sentuhan.

Titik paling penting pada seorang wanita adalah klitoris. Daerah ini merupakan bagian paling penting untuk mencapai orgasme dan kenikmatan seksual. Titik-titik lainnya yang juga dikenal dapat menghasilkan kenikmatan adalah daerah di antara kedua tungkai serta anus, yang secara umum disebut dengan perineum. Puting payudara juga dikenal sebagai daerah yang sangat sensitif. Puting payudara akan mengalami 'ereksi' bila mengalami kenikmatan seksual. Rangsangan pada daerah puting ini - khususnya dengan menggunakan mulut - akan menyebabkan pelepasan oksitosin, suatu zat kimia yang dipercaya berhubungan dengan timbulnya perasaan dekat atau terikat. Daerah
bibir juga dipenuhi dengan ujung-ujung saraf.

Tentu saja, setiap wanita memiliki daerah favorit masing-masing, mulai dari leher, daun telinga hingga tempat-tempat yang lebih unik seperti punggung bawah bagian tengah atau kaki.

Bagaimana dengan G-spot ? G-spot adalah suatu jaringan pada dinding bagian depan vagina (bagian yang paling dekat dengan dinding perut) dan disebut-sebut sebagai zona paling merangsang. G-spot diduga merupakan bagian belakang dari klitoris dan identik dengan kelenjar prostat pada pria. Akan tetapi tanpa melihat asal-usulnya secara anatomi, hanya ada sedikit bukti yang mendukung peran G-spot dalam mencapai orgasme.

Menjelajahi zona erotisKarena setiap wanita memiliki perbedaan yang sangat besar dalam merasakan suatu sentuhan, mengapa anda tidak mencoba menjelajah, mencari titik-titik tersebut bersama dengan pasangan anda? Masing-masing, secara bergantian dapat menjelajahi titik-titik yang mungkin merangsang dan menimbulkan kenikmatan pada tubuh pasangannya, dengan menggunakan sentuhan yang disertai sedikit tekanan.

Namun yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa zona erotis yang terbesar dari seorang wanita terletak pada otaknya. Tertarik pada mereka secara fisik dan menjalin hubungan yang baik merupakan dua rangsangan yang paling bermanfaat.

MASTURBASI

Masturbasi adalah rangsangan disengaja yang dilakukan pada organ genital untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual. Hal ini sekali-sekali dilakukan oleh sebagian besar pria maupun wanita. Pada sebuah penelitian terungkap bahwa 95 persen pria dan 89 persen wanita dilaporkan pernah melakukan masturbasi. Ini adalah perilaku seksual pertama yang dilakukan oleh sebagian besar pria dan wanita, meskipun lebih banyak wanita daripada pria yang telah melakukan senggama bahkan sebelum mereka pernah melakukan masturbasi.

Sebagian besar pria yang melakukan masturbasi cenderung melakukannya lebih sering dibandingkan wanita, dan mereka cenderung menyatakan 'selalu' atau 'biasanya' mengalami orgasme ketika bermasturbasi (80 : 60). Ini adalah perilaku seksual yang paling umum nomor dua (setelah senggama), bahkan bagi mereka yang telah memiliki pasangan seksual tetap.

Sebagian besar anak-anak - seringkali setelah masa bayi - kadangkala menemukan kenikmatan ketika organ genitalnya dirangsang, tetapi jangan dipahami perilaku ini sebagai "seksual" sebelum mereka memasuki masa remaja. Selama masa remaja, persentase mereka (baik laki-laki maupun perempuan) yang melakukan masturbasi meningkat dengan pesat, terutama pada pria. Sebagian besar orang terus melakukan masturbasi ketika mereka telah dewasa, dan banyak juga yang melakukannya sepanjang hayat dikandung badan.

Masturbasi memunculkan banyak mitos tentang akibatnya yang merusak dan memalukan. Citra negatif ini bisa dilacak jauh ke belakang ke kata asalnya dari bahasa Latin, mastubare, yang merupakan gabungan dua kata Latin manus (tangan) dan stuprare (penyalahgunaan), sehingga berarti "penyalahgunaan dengan tangan". Anggapan memalukan dan berdosa yang terlanjur tertanam disebabkan karena porsi
"penyalahgunaan" pada kata itu hingga kini masih tetap ada dalam terjemahan moderen - meskipun para aparatur kesehatan telah sepakat bahwa masturbasi tidak mengakibatkan kerusakan fisik maupun mental.

Tidak juga ditemukan bukti bahwa anak kecil yang melakukan perangsangan diri sendiri bisa mengalami celaka.Yang terjadi adalah, sumber kepuasan seksual yang penting ini oleh beberapa kalangan masih ditanggapi dengan rasa bersalah dan kecemasan karena ketidaktahuan mereka bahwa masturbasi adalah kegiatan yang aman, juga karena pengajaran agama berabad-abad yang menganggapnya sebagai kegiatan yang berdosa. Terlebih lagi, banyak di antara kita telah menerima pesan-pesan negatif dari para orang tua kita, atau pernah dihukum ketika tertangkap basah melakukan masturbasi saat kanak-kanak. Pengaruh kumulatif dari kejadian-kejadian ini seringkali berujud kebingungan dan rasa berdosa, yang juga seringkali sukar dipilah. Saat di mana masturbasi menjadi begitu berbahaya adalah ketika ia sudah merasuk jiwa (kompulsif). Masturbasi kompulsif - sebagaimana perilaku kejiwaan yang lain - adalah pertanda adanya masalah kejiwaan dan perlu mendapatkan penanganan dari dokter jiwa.

Jadi, berlawanan dengan keyakinan kuno, masturbasi tidak akan menyebabkan munculnya birahi tanpa kendali, tidak akan menyebabkan anda buta atau tuli, menyebabkan anda flu, gila, tumbuh rambut pada tangan anda, gagap, atau membunuh anda. Masturbasi adalah ungkapan seksualitas yang alami dan tidak berbahaya bagi pria dan wanita, dan cara yang sangat baik untuk mengalami kenikmatan seksual. Bahkan, beberapa pakar berpendapat bahwa masturbasi bisa meningkatkan kesehatan seksual karena meningkatkan pemahaman seseorang akan bagian-bagian tubuhnya dan dengan cara bagaimana memuaskannya, membangun rasa percaya diri dan sikap dapat memahami diri sendiri.

Pengetahuan ini selanjutnya bisa dibawa untuk memperoleh hubungan seksual yang memuaskan di masa depan, baik dengan cara masturbasi bersama-sama pasangan, atau karena bisa memberitahukan pasangannya apa-apa saja yang bisa memuaskan diri mereka. Ini adalah usul yang bagus bagi setiap pasangan untuk membicarakan perilaku masturbasi mereka dan juga untuk menenangkan pasangan jika sewaktu-waktu salah satu di antara mereka lebih memilih untuk melakukan masturbasi
daripada senggama.

Dalam beberapa kejadian, masturbasi bersama-sama mungkin bisa diterima. Dilakukan sendirian ataupun dengan kehadiran pasangan, kegiatan ini bisa sangat menyenangkan dan menambah keintiman, jika ini tidak dianggap sebagai sebuah bentuk penolakan. Seperti kegiatan yang lainnya, jika ini tidak dikomunikasikan dengan baik, masturbasi
bisa diterjemahkan sebagai tanda amarah, keterasingan, ataupun ketidakbahagiaan terhadap hubungan yang sedang berlangsung.Dengan mengatasi stereotip negatif masyarakat dan perasaan pribadi masing-masing individu tentang masturbasi, maka para pria dan wanita bisa dengan merdeka mengeksplorasi dan menikmati seksualitas mereka secara pribadi, dengan cara yang memuaskan. Satu peringatan: untuk tetap memperoleh seks yang aman, masturbasi dengan pasangan bisa merupakan suatu alternatif yang menyenangkan bagi senggama, sepanjang anda menghindari kontak dengan cairan semen atau cairan vagina pasangan anda, khususnya jika anda mempunyai goresan atau luka terbuka.

Saturday, June 19, 2010

LIBIDO

Libido bukanlah istilah asing bagi kebanyakan orang. Libido (hasrat seksual) adalah istilah yang biasa digunakan oleh pendiri psikoanalis, Sigmund Freud, untuk menamakan hasrat atau dorongan seksual. Ia mengatakan bahwa dorongan ini dikarakteristikkan dengan bertumbuhnya secara bertahap sampai puncak intensitas, diikuti dengan penurunan tiba-tiba dari rangsangan. Waktu dia mempelajari proses ini pada pasien-pasiennya, Freud menyimpulkan bahwa berbagai kegiatan seperti makan dan minum, dan juga kencing serta buang hajat juga memiliki pola yang sama. Konsekuensinya, ia menyimpulkan bahwa tindakan ini juga memiliki hasrat seksual juga.

Freud juga tertarik pada perkembangan libido, yang ia lihat sebagai dorongan manusia yang paling dasar dan paling kuat. Ia percaya bahwa perkembangan libido dapat dibagi dalam beberapa tahap yang berbeda dan bisa dikenali. Selama bayi, ia melihat bahwa hasrat seksual terfokus di mulut, dan biasanya terwujud dalam kegiatan menyedot.
Ia menyebut ini sebagai tahap oral dalam perkembangan hasrat seksual. Dalam tahap tahun kedua dan ketiga dalam kehidupan anak, waktu si anak belajar menggunakan kamar kecil, fokus dari kenikmatan erotis berpindah ke fungsi rektal. Freud menamakan ini tahap anal.Kemudian, pada saat puber, fokus berpindah pada organ seks, suatu
periode perkembangan yang ia namakan tahap phallic dalam kedewasaan hasrat seks.

Dalam tahap berikut dari perkembangan, dorongan libido berfokus pada orang tua yang berlawanan jenis dan menambahkan warna erotis bagi pengalaman anak itu ke orang tuanya. Ketidak-setujuan orangtua pada dorongan seks yang tidak terkendali dipercaya oleh Freud akan berlanjut pada perkembangan jiwa manusia yang terdiri dari tiga komponen: id, ego dan superego. Id, insting-insting dan dorongan dasar (termasuk libido tapi juga dorongan lain seperti agresif) memberikan energi fisik yang diperlukan untuk melakukan kegiatan.

Ego, yang memiliki fungsi eksekutif, mengatur pemenuhan hasrat seks dan hasrat lainnya setiap hari dalam cara yang diterima dan bisa dilakukan di masyarakat. Superego adalah standar sosial dari perilaku yang telah dipahami dan dipelajari, termasuk kesadaran akan perilaku yang dilarang atau melanggar hukum. Dalam keadaan sadar, ada batas yang kuat memisahkan ketiga daerah ini, tapi waktu tidur atau berfantasi, batas ini melemah, memungkinkan kebangkitan ekspresi dari hasrat libido yang biasanya terkendali. Kesadaran akan dorongan dan fantasi yang tidak terkendali bisa membuat seseorang merasa malu atau rasa bersalah secara seksual. Freud percaya bahwa kepribadian seseorang terbentuk di awal kehidupan dan ditentukan
bagaimana dorongan dasarnya seperti libido dipuaskan. Kegagalan untuk memuaskan dorongan ini berakibat pada perkembangan pribadi dan kesehatan psikologis seseorang.Generasi berikut dari psikoanalis mempertanyakan karya Freud tentang libido. Beberapa menekankan titik dimana Freud terlalu menekankan perkembangan biologis dan kurang menekankan akibat dari faktor budaya dan sosial dalam perilaku dan praktek seksual.

Carl Jung, seorang psikiatris dan psikoanalis dari Swiss, menolak pandangan Freud tentang libido dengan menolak pandangan bahwa pengalaman seksual waktu bayi adalah penentu penting dalam masalah emosi orang dewasa. Jung membuat teori lain tentang libido yang memandang keinginan untuk hidup - dan bukan libido - adalah merupakan dorongan terkuat. Jung menekankan perbedaan antara kepribadian introvert dan ekstrovert. Ekstrovert adalah individu yang keinginannya mengarah kuat (tapi tidak semuanya) keluar ke orang lain dan dunia sekelilingnya. Mereka merasa nyaman di keadaan sosial dimana mereka berada dan sangat bisa berteman. Introvert adalah karakteristik kebalikannya, termasuk mengarahkan perhatian terhadap proses diri dan pikirannya. Mereka biasanya mengandalkan diri sendiri, introspektif, pemikir dan biasanya tidak terlalu nyaman dalam kelompok sosial yang besar. Jung menggunakan istilah libido untuk menunjuk pada energi mental yang bertanggung jawab untuk membuat dan menjaga intro/ekstrovert. Ia tidak percaya seseorang adalah introvert atau ekstrovert, tapi adalah campuran dari keduanya dalam berbagai tingkatan.

Banyak ahli psikologis kontemporer memandang libido sebagai potensi dasar manusia yang - walau berakar pada biologi manusia (misalnya, hormon) - terbentuk karena budaya dan pengalaman. Dengan kata lain, dorongan dasar manusia untuk kegiatan reproduksi dan potensi berdasar biologis untuk mendapatkan kenikmatan dari tindakan yang berhubungan dengan kontak fisik (misalnya titik saraf di kulit dan membran mukosa) yang dibentuk oleh pengalaman seseorang dalam pertumbuhannya dalam suatu keluarga dan masyarakat.Bagaimana motivasi seksual distrukturkan, dan melalui bagaimana dorongan seksual dipuaskan, dan apakah tindakan tertentu dinamakan atau dihindari sebagai tidak pantas, semuanya ditentukan oleh pengaruh sosial tersebut.

Monday, June 14, 2010

G-SPOT BUKAN SEKEDAR PEMBERI KENIKAMATAN

Ternyata salah satu zona erotis wanita atau tepatnya G-spot, tidak hanya berperan sebagai organ pemberi rasa nikmat saat melakukan hubungan intim. Para peneliti mengatakan bahwa proses evolusi kemungkinan telah mendesain zona ini menjadi organ yang dapat mengurangi rasa sakit ketika melahirkan.

Ahli kandungan Jerman, Dr. Ernst Grafenberg, yang huruf 'G-nya' dipakai dalam G-spot, pertama-tama menggambarkan zona erotis wanita ini sekitar 50 tahun yang lalu. Sejak saat itu, para peneliti telah bertanya-tanya mengenai peran sesungguhnya dari G-spot. Beberapa penelitian pada hewan telah memperlihatkan bahwa selain memberi kenikmatan, G-Spot juga memiliki efek pereda nyeri.

Sejak awal tahun 80-an, Dr. Beverly Whipple dan rekan-rekan dari Rutgers University Newark, New Jersey, telah melakukan serangkaian penelitian untuk membuktikan apakah penemuan pada hewan tersebut dapat diterapkan pada manusia (wanita).

Penelitian mereka secara konsisten telah menunjukkan kalau penemuan itu memang bisa diterapkan pada manusia. 'Kami memiliki hipotesa bahwa tanpa adanya G-spot, proses persalinan akan menjadi jauh lebih menyakitkan," ujar Whipple. Hasil penelitian mereka dilaporkan dalam Scandinavian Journal of Sexology, edisi terbaru.

Setelah melakukan kira-kira selusin penelitian, tim Whipple telah menemukan bahwa dengan merangsang zona ini, ambang nyeri para wanita dapat ditingkatkan secara bermakna. Tekanan pada G-Spot selama proses persalinan tampaknya dapat menciptakan sejenis efek analgesik (penghilang nyeri) alami.

Whipple mengaku mulai menemukan lebih banyak bukti mengenai hal ini saat melakukan penelitian terhadap para wanita yang gemar mengkonsumsi makanan yang kaya akan cabai di Meksiko. Cabai diketahui mengandung suatu zat kimia bernama capsaicin, yang pada penelitian dengan hewan dapat menumpulkan efek pereda nyeri dari G-spot.

Para wanita yang sering mengkonsumsi makanan pedas, tidak mengalami peningkatan ambang nyeri ketika G-spot mereka dirangsang. Capsaicin tampaknya telah merusak saraf-saraf tertentu yang merupakan kunci dari efek penghambat nyeri alami dari G-spot.

Whipple mengatakan, ia mulai mengerti secara khusus mengapa para wanita berbahasa Spanyol di wilayahnya mengalami saat-saat yang berat ketika melahirkan. Sebelumnya ia menduga kalau hal itu disebabkan oleh perbedaan kebudayaan dan cara mengekspresikan rasa sakit.


Thursday, June 10, 2010

G-SPOT

G-spot (atau titik Grafenberg) adalah daerah sebesar uang logam yang teramat sensitif dan terletak di bawah permukaan liang vagina yang menghadap ke arah depan tubuh. Meskipun lokasinya berbeda-beda, G-spot biasanya terletak di tengah antara tulang pinggul dan serviks, sekitar 4,5 sentimeter ke dalam vagina. Para peneliti telah menemukan bahwa pada beberapa wanita rasa sensitifnya lebih banyak sepanjang dinding vagina bagian atas, dan tidak hanya pada satu titik. Karena G-spot berada dibawah permukaan dinding vagina, maka harus dirangsang secara tidak langsung melalui dinding vagina.

Banyak wanita dikabarkan merasa ingin mengeluarkan air seni ketika titik ini pertama kali dirangsang, namun ketika rangsangan dilanjutkan(dengan kantung kemih yang kosong), rasanya sangat nikmat. Beberapa dari mereka malahan mencapai orgasme, dan ada juga yang mengeluarkan cairan seiring dengan kontraksi orgasmik tadi. Nama ini diberikan oleh para peneliti Perry dan Whipple untuk menghormati ahli kandungan Jerman Ernst Grafenberg, yang pertama kali menulis tentang hal ini, namun keberadaan G-spot serta lokasinya, telah banyak diperdebatkan dan menjadi kontroversi. Grafenberg sendiri menunjuk daerah sensitif ini sebagai titik di mana uretra (saluran yang menyalurkan air seni dari kantung kemih) berada paling dekat dengan puncak dinding vagina.

Perry dan Whipple bersikeras bahwa daerah ini terletak lebih tinggi lagi sepanjang vagina, sementara ahli seksologi lainnya berkata bahwa seluruh dinding luar vagina, dan bukannya hanya satu titik, berisi ujung-ujung syaraf yang mampu menghasilkan efek rangsangan hebat ketika dirangsang (stimulasi).

Penelitian lainnya menunjukkan bahwa untuk beberapa wanita, G-spot sama sekali tidak ada. Juga yang masih diperdebatkan adalah komposisi cairan (kadang disebut hasil ejakulasi wanita) yang dikeluarkan oleh beberapa wanita selama orgasme akibat rangsangan G-spot. Menurut beberapa peneliti cairan itu adalah urin; lainnya mengatakan bahwa itu adalah unsur yang mirip dengan cairan dalam air mani laki-laki (tanpa sperma, tentunya). Tidak semua wanita yang memiliki G-spot mengeluarkan cairan, dan dari beberapa wanita yang mengeluarkan, tidak selalu keluar bersama setiap orgasme G-spot.

Sangatlah sulit bagi seorang wanita untuk menjelajahi G-spot-nya sendiri karena kebanyakan tidak memiliki jari cukup panjang untuk mencapainya. Diperlukan alat yang tepat, aman dan bersih untuk dimasukkan ke dalam vagina dalam mencari titik ini. Dan bekerja sama dengan partner yang dipercaya akan sangat nikmat dalam menemukan
G-spot seorang wanita. Dengan bereksperimen, seorang wanita dapat menemukan jenis rangsangan yang dirasanya paling cocok.

Rangsangan dengan penis biasanya lebih efektif bila dilakukan dengan tekanan yang tetap dan santai, bukan dengan sodokan penis yang biasa, karena G-spot biasanya perlu tekanan yang kuat dan di tempat yang sama. Menambah tekanan secara perlahan akan membantu menemukan tekanan yang optimum untuk kenikmatan erotis tanpa rasa sakit. Beberapa wanita mampu mencapai klimaks hanya dengan tekanan semacam ini;
untuk beberapa lainnya mungkin akan sangat menaikkan tingkat rangsangannya.

Hubungan seks anal dan posisi wanita di atas adalah cara-cara efektif untuk menghasilkan rangsangan lebih langsung.

GAGAL MENCAPAI ORGASME

Salah satu hal yang ingin dicapai oleh pasangan yang melakukan hubungan badan adalah orgasme. Tapi mengapa beberapa wanita sulit mencapai orgasme?Masyarakat ilmiah tidak mengerti bagaimana kerja mekanisme di dalam otak yang memungkinkan terjadinya orgasme. Akibatnya, hanya tersedia sedikit data ilmiah yang menjelaskan mengapa beberapa wanita tidak sanggup mencapai orgasme. Apa yang dapat anda lakukan untuk memperbaiki hal ini?

Kenali diri sendiri.

Merasa nyaman dengan tubuh sendiri adalah langkah pertama untuk mencapai orgasme. Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa masturbasi dapat menolong mereka untuk mengenali tubuh sendiri dengan lebih baik. Mereka menjadi lebih peka dan tahu daerah-daerah mana di tubuh mereka yang lebih sensitif. Tentu saja hal ini belum tentu berlaku untuk semua orang.

Pastikan suasana hati anda sedang bagus.

Anda harus merasa rileks dan nyaman sehingga dapat merasakan kenikmatan seksual sepenuhnya dengan diri sendiri atau bersama pasangan anda. Kalau anda sedang marah dengan pasangan anda, ini mungkin bukan saat yang paling tepat melakukan hubungan seksual.

Bicaralah dengan pasangan anda.

Beritahukan kepadanya apa yang dapat merangsang gairah seksual anda. Banyak wanita tidak sanggup mencapai orgasme melalui senggama. Ini bukanlah disfungsi seksual, melainkan hanya berarti bahwa pasangan anda perlu mengenali lebih jauh apa yang anda rasa paling menggairahkan. Misalnya, rangsangan klitoris terus-menerus dibutuhkan oleh banyak wanita untuk mencapai orgasme, sehingga katakanlah kepada pasangan anda agar dia terus melakukan rangsangan ini kalau perlu. Tetapi sebaliknya ada yang tidak begitu menyukai bila hal ini dilakukan terlalu lama, anda perlu mengungkapkannya pula. Merahasiakan hal tersebut tidak akan membantu anda sama sekali.

Coba cara baru.

Bila dengan cara yang biasa tidak menolong anda, mungkin saatnya bagi anda untuk mencoba cara baru. Rangsangan klitoris dengan tangan mungkin jarang dialami beberapa wanita sebagai sarana untuk mencapai orgasme, sehingga anda dianjurkan mencari metode rangsangan alternatif. Pada beberapa wanita, alat Vibrator merupakan cara yang
baik untuk memijat klitoris selama melakukan hubungan badan. Pada wanita lain mungkin alat bantu lain lebih membantu.

Bersikap positif.

Beberapa wanita mencapai tahap rangsangan dimana kenikmatannya tidak bertambah lagi. Banyak orang merasa saat inilah kenikmatan mereka berhenti dan mereka tidak akan sanggup lagi mencapai orgasme. Begitu seorang wanita yakin dirinya tidak akan sanggup lagi mengalami orgasme, itulah sering apa yang akan terjadi.

Rabalah diri anda.

Tidak ada salahnya anda meraba-raba tubuh anda sendiri selama melakukan hubungan seksual bersama pasangan anda. Rangsangan pada diri sendiri tidak ada salahnya, dan seringkali dapat mempertinggi kenikmatan hubungan badan tersebut.

FOKUS SENSASI

Fokus Sensasi adalah urutan dari latihan-latihan yang spesifik bagi pasangan di mana masing-masing pihak bergantian memberikan perhatian yang makin meningkat pada perasaan mereka. Latihan ini awalnya dikembangkan oleh Masters dan Johnson untuk membantu pasangan yang mengalami masalah seksual, tapi bisa juga digunakan sebagai variasi dan untuk meningkatkan kesadaran pribadi mengenai pasangan anda.
Saat digunakan sebagai perawatan, fokus sensasi dilakukan dalam beberapa tahap pada saat terapi. Tahap pertama biasanya dilakukan sekitar sesi terapi ketiga, setelah asal dari masalah seksual telah didiskusikan dan pasangan tersebut telah mempunyai pemahaman yang jelas mengenai alasan perawatan.

Di tahap pertama, pasangan itu mempunyai dua sesi di mana mereka bergantian saling menyentuh tubuh masing-masing, tapi tak boleh menyentuh daerah payudara dan kelamin. Kegunaannya bukanlah seksual tapi untuk membangun kepekaan rasa dengan mengenali tekstur, suhu, dan bentuk sambil melakukan sentuhan, atau cukup untuk mendapatkan kepekaan dari merasakan sentuhan dari pasangan. Orang yang melakukan sentuhan harus menyentuh apa yang ia ingin sentuh, bukan atas dasar apa yang disukai pasangannya. Pasangan ini diinstruksikan bahwa bila gairah seksual bangkit, mereka tidak boleh terus berlanjut ke hubungan seks. Masters dan Johnson menyarankan bahwa latihan fokus sensasi harus sehening mungkin karena bicara bisa mengalihkan perhatian. Tentunya pasangan yang disentuh harus memberi tahu, dengan verbal atau non-verbal, bila sentuhan lawannya tidak menyenangkan.

Di tahap berikutnya, sentuhan berkembang meliputi payudara dan kelamin. Orang yang melakukan sentuhan diinstruksikan untuk mulai dengan sentuhan pada bagian tubuh yang umum, tidak segera menyentuh kelamin atau payudara. Sekali lagi penekanannya adalah untuk kesadaran sensasi fisik dan bukan harapan adanya tanggapan seksual,
dan hubungan seks dan orgasme masih tidak diperbolehkan. Pasangan tersebut kemudian diminta untuk bergantian melakukan teknik "menumpang tangan" sebagai alat komunikasi non verbal. Dengan menempatkan satu tangan di atas tangan pasangannya sambil disentuh, seseorang bisa menandai apabila ia merasa tekanan yang menurun atau meningkat, kecepatan yang meningkat atau menurun, atau perubahan ke suatu titik yang lain. Masters dan Johnson memperingatkan bahwa pesan non-verbal ini harus dibawakan sedemikian rupa hingga orang yang disentuh tidak memegang kendali, tapi hanya menambah sedikit input untuk sentuhan-sentuhan tersebut, yang pada pokoknya adalah berdasarkan minat dari yang meraba.

Di tahap berikutnya, bukan lagi bergantian meraba tapi keduanya saling meraba secara bersamaan. Tujuan dari latihan ini adalah untuk melatih bentuk yang lebih alami dan nyata dari interaksi fisik (orang tidak biasanya bergantian saling meraba), dan untuk menolong masing-masing pasangan memindahkan perhatian pada bagian tertentu pada tubuh lawannya, bukan memperhatikan tanggapannya. Pasangan-pasangan ini diingatkan bahwa walaupun sudah sangat bergairah, hubungan seks masih dilarang.
Naik ke tahap berikutnya, masih dengan saling meraba bersama-sama, lalu pada titik tertentu si wanita berada di atas tanpa usaha memasukkan penis ke dalam vagina. Dalam posisi ini, si wanita boleh menggosok penis pada daerah klitoris, vulva, dan mulut vagina dengan tidak memperdulikan apakah si pria ereksi atau tidak.

Di sesi selanjutnya, si wanita boleh menaruh ujung penis ke dalam vagina bila terjadi ereksi, dengan tetap memusatkan perhatian pada sensasi fisik dan langsung berhenti atau menahan bila salah satu hendak mencapai orgasme atau gugup. Setelah menyelesaikan satu atau dua sesi dari tingkat ini, pasangan suami-istri biasanya sudah merasa nyaman untuk melanjutkan pada hubungan seks penuh tanpa kesulitan.

Teknik yang cukup sederhana ini digunakan sebagai bagian dari program yang komprehensif dari terapi psikologi dan bisa mencapai hasil yang dramatis, bahkan dalam kasus gangguan seksual yang berat yang telah berlangsung bertahun-tahun. Para profesional umumnya setuju bahwa ada dinamika yang beragam yang berperan dalam suksesnya latihan yang kelihatannya sederhana ini. Salah satunya, latihan fokus sensasi adalah bentuk pelemahan jiwa di mana sebuah situasi yang ditakuti secara perlahan diatasi dengan memecahkannya menjadi langkah-langkah tunggal yang dialami dalam kondisi yang aman. Lebih jauh lagi, instruksi yang eksplisit melarang bangkitnya gairah seksual dan orgasme membebaskan masing-masing pasangan dari tekanan untuk menciptakan tanggapan seksual yang cukup bagi pasangannya.

Adalah juga penting bahwa mereka diberikan kesempatan untuk mengalami kenikmatan. Karena itu, fokus sensasi adalah pengalaman belajar di mana tanggapan yang nikmat dapat dibentuk dan kecemasan seksual dikurangi karena ketakutan akan kegagalan sudah diatasi.Unsur terapi tambahan fokus sensasi berhubungan dengan psikodinamika

dari masalah psikoseksual pasangan. Masters dan Johnson, bersama ahli terapi seks terkenal Helen Singer Kaplan, mencatat bahwa dalam meraba dengan lembut pasangan masing-masing, pasangan dapat mengalami kecemasan tentang keintiman fisik yang berasal dari satu pihak atau keduanya. Kecemasan itu, dan sikap penolakan yang mengikutinya menjadi jalan penting bagi eksplorasi psikoterapi, dan bisa jadi sangat penting untuk mengerti dan mengembangkan hubungan pasangan pada umumnya, yang hampir pasti mempunyai pengaruh yang penting dalam fungsi seksual mereka.